Beri masukan pemerintah, Unsyiah petakan lokasi gempa Pidie Jaya

Merdeka.com – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai menurunkan tim untuk melakukan pemetaan gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pemetaan ini pimpin di bawah koordinasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mitigasi Bencana Unsyiah. UPT ini menurunkan dosen ahli bidang kontruksi dan geologi, peneliti dan mahasiswa, untuk melakukan pemetaan gempa di Pidie Jaya yang tidak diprediksikan sebelumnya.

Pemetaan dilakukan sejak hari pertama gempa sambil mendistribusikan logistik tanggap darurat kepada pengungsi. Tim yang diturunkan, juga melakukan pemetaan penyebab rumah roboh, seperti pemetaan konstruksi bangunan.

“Sudah kita turunkan tim, sambil kita distribusikan bantuan ke pengungsi untuk tahap darurat. Mereka langsung melakukan pemetaan,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Unsyiah, Nazamuddin di Meureudu, Pidie Jaya, Minggu (12/11) .

Ia menjelaskan, hasil pemetaan itu nanti akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan, termasuk jenis bangunan yang tahan gempa. Sehingga ke depan, bila kembali terjadi gempa maka bisa diminimalisir korban jiwa.

Menurutnya, terjadi korban jiwa bukan disebabkan gempa. Akan tetapi jatuh korban karena ekses dari gempa, yaitu tubuhnya bangunan hingga membuat seseorang meninggal atau luka-luka.

Seperti diketahui, banyak korban akibat gempa Pidie Jaya, Aceh berkekuatan 6,5 SR. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban dan bangunan rusak akibat gempa yang melanda Pidie Jaya, Aceh. Data per 10 Desember 2016 hingga pukul 10.00 WIB mencatat satu lagi korban tewas ditemukan, hingga total saat ini menjadi 101 orang.

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/beri-masukan-pemerintah-unsyiah-petakan-lokasi-gempa-pidie-jaya.html